Liburan Nyaman dengan Balita? Mengapa Tidak?

Liburan Nyaman dengan Balita? Mengapa Tidak?

Meninggalkan anak ketika traveling, kerap kali menjadi beban tersendiri bagi para orang tua. Namun, membawanya juga bukan tanpa kendala. Ini mencakup risiko anak rewel ingin pulang, mabuk saat naik kendaraan, hingga sakit lantaran tidak mampu menyesuaikan diri dengan iklim setempat. Nah, untuk mengantisipasi itu semua, artikel ini akan membahas beberapa tips liburan nyaman meski membawa balita.

  1. Bawa Barang Secukupnya

Luggage – Pixabay.com

Usia balita memang memengaruhi jumlah peralatan yang harus Anda bawa. Idealnya, semakin besar usia si balita; maka semakin sedikit peralatan yang harus dibawa. Adapun sebenarnya, peralatan maupun barang yang harus dipersiapkan pada dasarnya sama dengan orang dewasa; hanya dengan sedikit tambahan.

  1. Pakaian — Menjadi satu hal yang mutlak untuk menyesuaikan pakaian dengan lokasi maupun “medan” destinasi Anda. Namun, apa pun medannya, ada baiknya Anda tetap membawa jaket, celana panjang, serta topi. Fungsinya, untuk melindungi tubuh si balita dari hawa dingin/panas; serta risiko jatuh akibat aktivitasnya yang aktif. Untuk yang satu ini, Anda disarankan untuk memilih kaus berbahan katun, yang nyaman di kulit dan mampu menyerap keringat. Adapun untuk mengakomodasi geraknya, jangan lupa membawa sendal/sepatu yang nyaman, ya.
  2. Peralatan harian — Ini mencakup peralatan mandi; hingga botol susu. Tidak perlu dibawa komplet. Anda bisa memilih barang yang ringkas dan penting–atau kalau bisa multifungsi. Jangan lupa membawa diaper (popok) dan tisu (basah/kering); apalagi jika anak Anda memang belum bisa pergi ke toilet.  
  3. Obat-obatan — Memang, tidak ada orang tua yang mengharapkan anaknya sakit. Namun, persediaan obat-obatan perlu sebagai langkah antisipasi. Beberapa obat umum yang bisa Anda bawa, yakni obat penurun panas, diare, serta obat luka. Namun, jika anak Anda punya kondisi khusus atau alergi terhadap sesuatu, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Biasanya, dokter akan memberikan saran tentang persiapan apa yang harus dilengkapi sebelum berangkat.  
  4. Makanan dan minuman — Entah itu melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi, bus, kereta api, kapal laut, maupun pesawat, makanan dan minuman haruslah ada. Entah itu makanan berat atau justru camilan.  Jangan sampai, perjalanan Anda jadi tidak nyaman, lantaran anak rewel karena lapar.
  5. Mainan — Mainan bisa jadi penolong, ketika si kecil mulai bosan di perjalanan. Anda bisa membawa satu atau dua mainan kesukaannya; lalu biarkan ia bermain ketika mulai bosan.

2. Liburan yang Bervariasi

Berlibur di Pantai – Pixabay.com

Tidak bisa dimungkiri, balita memang gampang bosan. Nah, untuk mencegahnya, Anda bisa menciptakan liburan yang bervariasi. Ini tidak melulu harus dengan jadwal traveling yang terlalu padat (disarankan untuk memasukkan satu atau dua destinasi wisata per hari). Ketika berada di satu tempat, bawa ia berkeliling untuk melihat sekitar.

Bukan itu saja, Anda juga harus membuat itinerary yang fleksibel–serta sesuai dengan “kapasitas tubuh” si anak. Ini mencakup jeda pada setiap jadwal traveling, sebagai antisipasi kalau-kalau Anda butuh waktu persiapan yang lebih panjang. Di sisi lain, sesuaikan pula jadwal eksplorasi Anda dengan jadwal si kecil, mulai dari waktu makan, tidur siang, main, dan lain sebagainya. Seperti yang kita tahu, balita punya “jadwal teratur-nya” sendiri. Ketika jadwal itu bergeser atau kacau, biasanya mereka akan lebih cepat lelah dan rewel.

Ada kalanya si kecil tidak mood untuk liburan. Itu sebabnya, Anda juga perlu mempersiapkan “mental” anak Anda. Tidak perlu berlebihan, katakan padanya, Anda akan pergi ke suatu tempat dan melakukan aktivitas yang menyenangkan. Intinya, buat ia bersemangat untuk liburan, agar bisa rileks dan menikmati perjalanan.

  1. Packing yang Rapi

Packed – Pixabay.com

Berkemas dengan rapi, tentu memudahkan Anda mencari barang-barang yang diperlukan, tanpa perlu membuka seluruh bagian tas. Apalagi, sudah jadi pengetahuan umum–orang-orang cenderung membawa banyak barang, ketika traveling bersama balita. Nah, sebagai langkah pertama, Anda bisa membuat daftar terlebih dulu. Rinci lebih lanjut, mana barang yang akan Anda bawa dan tidak; lalu kelompokkan berdasarkan jenisnya.

Setelahnya, baru Anda bisa memasukkan kategori barang di tempat yang berbeda. Ini mencakup barang mana yang akan disimpan di hand luggage (tas tangan, tas bayi, ransel kecil, dsb) dan mana yang akan disimpan di koper.      

  1. Akomodasi yang Mumpuni

Bunk Beds – Pixabay.com

Sekalipun perjalanan Anda bertema “liburan berbujet terbatas”, usahakan untuk tetap memilih akomodasi yang mumpuni. Segala bentuk transportasi (kendaraan, bus, kereta api, pesawat) maupun penginapan yang Anda gunakan–haruslah nyaman bagi si kecil. Nah, untuk pemesanan kursi kereta api yang lebih praktis, mudah, dan tepercaya, bisa melakukan cek jadwal kereta di  Traveloka. Segera cek jadwal KA untuk mudik lebaran anda dan beli tiket keretanya di Traveloka.

Bagi Anda yang harus menempuh perjalanan udara, berikut adalah beberapa tips, jika inilah kali pertama si kecil naik pesawat.

  1. Berikan si kecil botol maupun asi ketika pesawat tinggal landas. Hal ini bertujuan untuk mencegah telinga mereka tertutup saat terjadi perubahan tekanan udara.
  2. Siapkan mainan favorit sehingga mereka “sibuk” dan tidak merasa bosan.
  3. Ajak ke kamar mandi dan berikan makanan sebelum pesawat mendarat. Jangan sampai, si kecil rewel lantaran bosan menunggu antrean bagasi.
  4. Check in lebih awal dan minta pramugari menyiapkan tempat tidur bayi.

Satu tips, untuk memudahkan, pilihlah hotel/penginapan yang berada di pusat kota atau setidaknya dekat dengan banyak tujuan wisata. Nah, sebagai alternatif, Anda juga bisa memilih penginapan yang dilengkapi oleh banyak wahana maupun aktivitas, seperti kolam renang.

  1. Jangan Mendadak

Waktu – Pixabay.com

Hindari kebiasaan last minute. Ingat, Anda sedang membawa anak-anak untuk liburan. Pastikan beberapa hal berikut–seperti memesan tiket kereta api/pesawat dan booking hotel–sudah dilakukan beberapa hari atau bulan sebelum. Tujuannya, agar Anda tidak perlu direpotkan lagi dengan masalah akomodasi, terlebih ketika si kecil mulai rewel.

Itulah lima tips ber-traveling dengan balita. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

%d bloggers like this: