Kantorku di Mana-mana

Beberapa hari yang lalu saya sempat melakukan diskusi dengan beberapa teman terkait pekerjaan. Mereka rata-rata heran melihat cara bekerjaku. Berangkat jam 8 pagi datang jam 5 sore merupakan kebiasaan sehari-hari yang tidak bisa mereka rubah. Merubahnya berarti mempertaruhkan pekerjaannya. Sementara aku bisa berangkat ke kantor jam 10 atau jam 11. Atau bahkan tidak perlu ke kantor. Biasanya timbul pertanyaan, kerjaanmu apa, Di?

Saya biasanya bilang, saya bekerja sama seperti kamu, cuma bedanya kamu harus datang ke kantor, saya bisa kerja dari rumah. Kenapa saya bisa kerja dari rumah? Karena kantor saya memang ada dimana-mana. Asalkan ada jaringan selular atau kabel untuk colokan TelkomNet atau host spot dan aku membawa laptopku yang sudah usang, disanalah kantorku.

Memang ada beberapa pekerjaan yang mengharuskan datang ke kantor. Dan, karena alasan etika dan perasaan tidak enak sama rekan-rekan, akhirnya saya harus ke kantor juga.

Teknologi telah mengubah kita. Sedemikian besarnya, bahkan untuk memberi nama bayi pun lewat blog. Di Amerika sana, konon sudah ada perusahaan yang lebih menerapkan agar karyawannya bekerja dari rumah. Tanpa harus datang ke kantor. Perusahaan yang menerapkan sistem ini memang harus mempunyai job description yang jelas dan sistem pengawasan yang ketat terhadap karyawannya. Karena jika karyawan diijinkan bekerja dari rumah bahkan bila dilengkapi dengan fasilitas internet, yang ada bukannya kerjaan yang selesai, tapi karyawan malah ngeblog atau asyik main AdSense.

Jadi iseng itung-itungan, bagaimana seandainya di Bali banyak perusahaan yang memperbolehkan karyawannya bekerja dari rumah. Kira-kira imbasnya begini:

  1. Perusahaan property makin bangkrut. Makin banyak gedung perkantoran yang tutup. Karena perusahaan tidak lagi perlu ruangan yang besar untuk kantor.
  2. Perusahaan ISP kian menjamur.
  3. Pembangunan ruko dan rukan bisa ditekan.
  4. Denpasar tidak lagi dilanda macet.
  5. Tukang bensin pinggir jalan makin berkurang rejekinya, karena makin jarang karyawan naik mobil atau motor ke kantor.
  6. Tempat-tempat yang menyediakan hot spot gratis akan makin rame. Makin banyak orang yang makan sambil kerja.
  7. Green Denpasar. Berkurangnya polusi.
  8. Ada yang mau menambahkan?……….

22 thoughts on “Kantorku di Mana-mana

Leave a Reply

%d bloggers like this: