Blogging: Idealisme, Narsisme, Materialisme atau Eksistensi?

Eksistensi butuh idealisme. Idealisme kadang mengesampingkan materialisme. Narsislah, maka kau eksis….

Kata-kata itu tiba-tiba saja terlintas, ketika memutuskan untuk menulis status di Facebook atau menulis sebuah posting di blog ini. Ketika sebagian pengguna internet dan blogger memilih melakukan update status Facebook atau Twitternya, tidak sedikit pula yang bertahan dan bahkan membuat blog baru.

Sejak kemunculan internet, kecenderungan pengguna internet melakukan aksi-aksi narsis meningkat tajam. Ketika jaman internet baru muncul, bermunculan personal website yang isinya tidak lebih dari sebuah Curiculum Vitae pemiliknya. Perlahan, internet makin berkembang ke arah yang lebih sempurna, lebih social dan interaktif, lahirlah berbagai macam blog dengan berbagai macam isi dan tujuan. Seiring kemajuan internet pula, kemudian lahir media-media social macam Facebook, Friendster dan sejenisnya dan diikuti oleh media micro blogging macam Plurk dan Twitter.

Blog sebagai Ajang Narsis

Blog, sebagai salah satu bentuk perwujudan internet menjadi sebuah media yang dimanfaatkan oleh sebagian pengguna internet. Pertama kali ngeblog, masih menggunakan penyedia layanan blogging gratisan, isinya tidak lebih dari artikel copy paste dari blog lain, plus sedikit perkenalan tentang “aku”. Saat itu yang muncul adalah rasa narsis, ingin tampil di dunia internet. Belum terpikirkan untuk sebuah eksistensi atau mencari uang. Yang terpikir adalah bagaimana saya bisa mejeng di internet. Pada tahap ini mungkin blog saya bisa dikatakan sebagai ajang narsisme. Ini mungkin sebuah blog yang bersifat narsis

Blog Matre

Proses berikutnya menginjak kepada proses pemanfaatan blog. Ngeblog sudah muali terarah. Sudah mulai terpikirkan, bagaimana menutup biaya koneksi internet dengan cara ngeblog.  Search engine membantu menemukan berbagai model bisnis internet dengan media blog. Mulai dari Adsense, Affiliate Program, jualan E-book, sampai jualan jasa. Semuanya menggunakan media blog. Semuanya dicoba. Di awal, hasil yang diharapka tidak sebanding dengan pekerjaan untuk mengurus blog. Masih saja untuk membayar koneksi internet mesti membobol uang gaji. Namun, perlahan-lahan ketika konsep jualan menggunakan blog menemukan arah yang tepat, akhirnya ngeblog bisa menghasilkan uang.Blog saya yang ini mungkin bisa menjadi contoh. Atau blognya Pak Sanat Kumara.

Blog Idealis

Ada pula blog yang isinya bukan bertujuan materi atau narsis. Penulisnya lebih berorientasi kepada konsep-konsep pemikirannya. Idenya dituliskan. Lebih fokus pada satu bidang yang dia kuasai betul. Bertujuan menunjukkan jati diri, tentang siapa aku. Bukan siapa aku dari kulit luarnya, tapi lebih kepada siapa aku dan apa yang aku pikirkan. Ketika pada tatanan ini, dia tidak akan bercerita tentang pribadinya. Tapi lebih banyak bercerita tentang idenya. Tentang pemecahan masalah yang terkait dengan keahlianya.Nah, kalau yang ini mungkin blog Bli Gendo bisa mewakili. Atau blognya Ancak.

Blog dan Eksistensi

Terlepas dari semua tujuan ngeblog itu, pada dasarnya manusia butuh pengakuan/eksistensi. Untuk mendapatkan pengakuan itulah kemudian muncul berbagai aksi untuk mendukung pengakuan itu. Jika anda ingin mendapat pengakuan karena foto-foto atau curhatan Anda, mungkin anda baiknya menulis blog narsis. Tapi jika lebih memilih blog yang merepresentasikan siapa diri Anda, buatlah blog yang idealis, yang mencerminkan pemikiran Anda. Dan jika lebih memilih mendapat pengakuan karena nilai materi, blog matre menjadi pilihan Anda. Apa pun yang Anda tulis di blog, tidak ada yang bisa menjudge benar atau salah. Semuanya kembali kepada sikap kita sendiri. Setiap orang mempunyai cara yang berbeda untuk mengekspresikan diri. Jadi jangan takut, tidak ada yang salah dalam ngeblog. Yang perlu diperhatikan justru undang-undang. Jangan sampai tulisan Anda di blog mengantarkan Anda ke bui. Kalau sudah begitu, yang terjadi adalah blog untuk sebuah penjara…

Selamat Ngeblog… Mai Ngeblog Apang Tusing Belog

*) ini cuma penpadat pribadi, bukan berdasar penelitian. Masih banyak jenis bisa dikembangkan.


6 thoughts on “Blogging: Idealisme, Narsisme, Materialisme atau Eksistensi?

Leave a Reply

%d bloggers like this: